Belajar English di Dapur, Ibu PKK Pamengger Brebes Antusias Ikuti Pelatihan UMBS
Jumat, 1 Agustus 2025 | 06:41
uasana hangat dan penuh antusiasme terasa pada Selasa, 24 Juni 2025, saat sekelompok ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK Desa Pamengger, Kecamatan Jatibarang, Brebes, mengikuti pelatihan Bahasa Inggris praktis bertema “English for Kitchen Tools”.
Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Brebes (UMBS), khususnya untuk menjawab kebutuhan pengetahuan bahasa asing di kalangan ibu rumah tangga.
Berbeda dari pelatihan bahasa pada umumnya, kegiatan ini mengangkat topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: mengenal nama-nama alat dapur dalam Bahasa Inggris. Pelatihan dilakukan dengan metode visual aids, menggunakan poster berukuran A3 berisi gambar serta tulisan alat-alat masak yang sering dijumpai di rumah.
Para peserta diajak untuk tidak hanya membaca, tetapi juga menirukan cara pengucapan dari instruktur. Metode ini dirancang untuk membantu ibu-ibu tidak sekadar mengenal kosakata, tetapi juga menguasai pelafalan yang benar agar mengurangi kesalahan umum dalam komunikasi sehari-hari.
Pelaksana kegiatan, Aldin, M.Pd., dosen Universitas Muhammadiyah Brebes, menjelaskan bahwa pelatihan ini memiliki dampak yang sangat besar terhadap pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan.
“Rasanya bahagia berjumpa masyarakat yang ternyata memiliki antusias dalam belajar. Kegiatan seperti ini tentu membangkitkan mereka yang masih haus akan ilmu. Manfaatnya sangat besar dan harus diprogramkan secara berkala, mengingat akses pendidikan belum dirasakan banyak kalangan. Saya harap tidak hanya di sini saja, tapi merata ke berbagai pelosok daerah, khususnya Brebes,” ujarnya.
Tokoh masyarakat Desa Pamengger, Sukron, turut hadir dan memberikan apresiasi. Ia menilai kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi warganya.
“Pelatihan ini membuka wawasan baru bagi para ibu, terutama yang jarang tersentuh program pendidikan. Ini kegiatan yang sangat positif dan patut didukung berkelanjutan,” katanya.
Salah satu peserta, Ibu Sulastri, mengungkapkan kegembiraannya bisa ikut serta dalam kegiatan tersebut.
“Awalnya saya tidak tahu kalau spatula itu artinya sodet. Sekarang saya bukan cuma tahu namanya, tapi juga bisa nyebutnya dengan benar,” ujarnya sambil tersenyum.Peserta lain, Ibu Marni, menambahkan harapannya agar kegiatan serupa bisa menyentuh lebih banyak desa.
“Semoga program seperti ini tidak berhenti di sini saja. Banyak ibu-ibu di desa lain yang juga ingin belajar. Kalau bisa rutin diadakan, kami pasti senang ikut,” tuturnya.Dengan pendekatan yang sederhana, ramah, dan langsung menyentuh kebutuhan harian, kegiatan ini menunjukkan bahwa penguasaan Bahasa Inggris bukan hanya milik kalangan pelajar atau profesional, tetapi juga penting bagi ibu rumah tangga sebagai pusat edukasi keluarga.
UMBS berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi inspirasi program serupa di wilayah lain dan memperluas cakupan literasi bahasa asing di kalangan masyarakat akar rumput.