KKN UMBS 2026 Resmi Dimulai, 43 Mahasiswa Diterjunkan ke Enam Desa di Tonjong Brebes
Portal Pantura, Brebes – Universitas Muhammadiyah Brebes (UMBS) resmi menerjunkan 43 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 ke enam desa di Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.
Program pengabdian masyarakat ini fokus mengusung optimalisasi potensi desa melalui penerapan teknologi digital guna mendongkrak kesejahteraan warga.
Pelaksanaan KKN berlangsung mulai 20 Juli hingga 31 Agustus 2026.
Sebanyak 43 mahasiswa tersebut terbagi ke dalam enam kelompok pengabdian.
Lokasi sasaran meliputi Desa Purwodadi, Purbayasa, Tanggeran, Kutayu, Watujaya, dan Rajawetan.
Mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan inovasi digital untuk mendukung pembangunan di tingkat desa.
Pembukaan dan Sinergi Pihak Kampus serta Pemerintah
Khidmatnya Acara Pembukaan
Rangkaian acara pembukaan KKN berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Tonjong pada Senin (20/7/2026).
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah.
Sejumlah pejabat penting hadir dalam acara pelepasan mahasiswa ini.
Wakil Rektor I UMBS, Ir. Riyan Fitrian Pahlevi, S.Pd., M.Kom., hadir mewakili Rektor UMBS.
Turut hadir pula Kepala LPPM UMBS Azhar Basir, S.T., M.Kom.
Pemerintah daerah diwakili oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Brebes Teguh Herlambang, S.E., M.M.
Hadir pula Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kabupaten Brebes Nurul Hidayat, S.H., M.T.
Perwakilan Kecamatan Tonjong dihadiri oleh Kepala Seksi Trantibum Sudiator.
Harapan LPPM UMBS untuk Keberlanjutan Desa
Kepala LPPM UMBS, Azhar Basir, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung program ini.
Penerjunan mahasiswa menjadi jembatan antara teori perkuliahan dan kebutuhan nyata warga.
Mahasiswa diminta menuntaskan program kerja bersama Dosen Pendamping Lapangan.
Luaran program diharapkan membawa manfaat jangka panjang bagi warga setempat.
Mahasiswa juga diingatkan untuk senantiasa menjaga nama baik almamater.
Sambutan dan Dukungan Pemerintah Daerah
Sambutan Hangat Pemerintah Kecamatan Tonjong
Kecamatan Tonjong menyambut baik penunjukan wilayahnya sebagai lokasi KKN.
Sudiator berpesan agar mahasiswa mampu beradaptasi cepat dengan kultur lokal.
Komunikasi aktif dengan warga serta penghormatan terhadap adat istiadat menjadi kunci utama.
Bidang digitalisasi desa, UMKM, pendidikan, dan penanganan sampah menjadi fokus yang bisa dikembangkan.
Penguatan Visi Pembangunan Lewat “Brebes Beres”
Nurul Hidayat memaparkan semangat pembangunan daerah lewat akronim “Brebes Beres”.
Akronim tersebut berarti Berkeadaban, Ekonomi Tangguh, Responsif, Edukatif, Sehat, dan Sejahtera.
Mahasiswa didorong berperan aktif mewujudkan visi tersebut melalui inovasi nyata.
Teguh Herlambang menambahkan bahwa KKN adalah wadah pengamalan tridarma perguruan tinggi.
Implementasi Catur Dharma dan Simbol Pengabdian
Penguatan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah
Riyan Fitrian Pahlevi menjelaskan sejarah singkat pendirian UMBS pada tahun 2024.
Kampus ini merupakan gabungan dari STIMIK Muhammadiyah Paguyangan Brebes dan STIKES Muhammadiyah Teuku Umar Banda Aceh.
KKN merupakan wujud nyata penerapan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
Pilar tersebut mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Mahasiswa diminta mengelola sumber daya secara efektif dan menjaga kekompakan tim.
Penyematan Rompi Tanda Dimulainya Pengabdian
Acara ditandai dengan penyematan rompi lapangan secara simbolis oleh Wakil Rektor I UMBS.
Penyematan diberikan kepada enam perwakilan mahasiswa dari masing-masing desa lokasi KKN.
Prosesi ini menandai resmi dimulainya masa pengabdian selama lebih dari satu bulan.
Acara ditutup dengan menyanyikan lagu nasional Bagimu Negeri bersama-sama.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan membawa dampak transformatif bagi Kecamatan Tonjong